Signature Park Grande, Hunian Strategis Terintegrasi dan Siap Huni di Jakarta

Signature Park Grande, Hunian Strategis Terintegrasi dan Siap Huni di Jakarta

Tuesday, 03 April 2018

Hunian terintegrasi dan siap huni Signature Park Grande (SPG) yang berlokasi di Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan, saat ini punya masalah kemacetan. Sang pengembang, yakni Pikko Group mengaktifkan alternatif akses Jalan Dewi Sartika bagi penghuni untuk menuju atau meninggalkan Jakarta. Alternatif akses ini tentunya demi membantu mengurangi kemacetan di kawasan ini.

 

Menurut Direktur Marketing Pikko Group, Sicilia Alexander Setiawan, kemacetan di kawasan Cawang-MT Haryono disebabkan oleh adanya pembangunan infrastrukur yang serentak. Dampaknya, pada jam-jam sibuk untuk melintasi Jalan MT Haryono menuju Pancoran makan waktu berjam-jam.

 

Selain proyek LRT, juga ada pengerjaan proyek underpass Mampang Prapatan-Kuningan dan pembangunan flyover Pancoran. Kedua pembangunan proyek tersebut menyebabkan kemacetan di persimpangan Cawang dan Jalan MT Haryono.

 

Untuk membantu penghuni SPG, maka pengembang berinisiatif bikin alternatif akses melalui Jalan Dewi Sartika untuk menuju atau meninggalkan Jakarta. Alternatif akses ini untuk membantu para penghuni yang selama ini mengakses (in-out) arah Jalan MT Haryono.


 

Menurut Sicilia, persimpangan Cawang-MT Haryono, merupakan junction Kota Jakarta bagi arus kendaraan dari Bogor, Cibubur, dan Bekasi untuk mengakses pusat kota Jakarta. Posisinya sangat strategis dan merupakan titik temu Jabodetabek terkait penerapan sistem Transit Oriented Development (TOD).

 

“Lokasi Signature Park Grande yang berada di posisi sudut (hook) Jalan Dewi Sartika-MT Haryono kian memudahkan mobilitas penghuni beraktivitas. Melalui akses Jalan Dewi Sartika, misalnya, penghuni dapat menghindari penumpukan kendaraan di Jalan MT Haryono menuju persimpangan Otista, Tebet, Pramuka, dan sekitarnya," kata Sicilia seperti dikutip Kontan.co.id, Kamis (7/12/2017).

 

KSO Pikko Group dan PT Pelaksana Jaya Mulia sebagai pengembang SPG, menggandeng Pulau Intan selaku kontraktor utama pembangunan dua menara apartemen: The Light (19 lantai) dan Green Signature (20 lantai) di areal SPG yang berluas lahan sekitar 4,3 hektare ini.


 

Tiap menara memiliki 3 tipe unit dan bersertifikat strata title. Harga unit kompetitif, mulai Rp900 jutaan hingga Rp1,6 miliaran. Office building satu lantai berukuran 70-90 meter persegi yang dipasarkan mulai Rp3,3-Rp6,7 milliar.

 

“Dengan harga tersebut selama Desember 2017, konsumen dapat memiliki unit fully furnished dengan bunga KPA hanya 4,1%, bebas biaya admin dan provisi, serta uang muka hanya 10% yang dapat diangsur Rp6 jutaan per bulan sesuai dengan komposisi unitnya,” kata Sicilia.

 

Kedua menara hunian dilengkapi lansekap hijau, taman bunga, dan fasilitas berkelas, sebut saja: taman air mini, kolam renang dewasa dan anak, arena bermain, lounge, jacuzzi, altar, dan ruang multifungsi.


 

“Selain dapat tinggal dengan nyaman, bersantai bersama keluarga atau menjamu relasi dan berbisnis, para penghuni dapat memenuhi berbagai macam kebutuhannya dari pusat komersial dan bisnis, yakni restoran alfresco, lifestyle center, sesuai konsep one stop living yang kami kembangkan,” kata Sicilia.

 

Pusat bisnis, komersial, dan pusat lifestyle tiga lantai, sudah habis terjual. Juga telah dihuni pelaku ritel minimarket (Indomaret, Alfamart), cafe resto (Warung Susu Kopi, RM Padang), JNE, klinik, healthcare (refleksi) dan dokter umum, lembaga pendidikan anak internasional Tumble Tots, dan Kantor Notaris & PPAT Muharzan Aman SH.

 

“Namun, peluang mendapat unit sewa, masih terbuka melalui Manajemen Rental Profesional yang disiapkan untuk dapat memenuhi ceruk pasar 2.600 unit apartemen atau sekitar 5.200 penghuni dengan asumsi 2 penghuni per unit,” kata Sicilia. Berminat?